Rumah Sakit GPR turut berpartisipasi dalam Hari Keselamatan Pasien Sedunia 2026

Pada tanggal 17 September 2026, keselamatan pasien akan menjadi fokus perhatian di seluruh dunia. Hari Keselamatan Pasien Sedunia tahun ini di Jerman mengusung tema “Pelayanan yang aman bagi penderita penyakit kronis – demi kehidupan yang berkualitas!”

 

Penyakit kronis sering kali menyertai seseorang selama bertahun-tahun dan membutuhkan perawatan medis serta keperawatan yang berkelanjutan dan terkoordinasi dengan baik. Oleh karena itu, alur perawatan yang aman, komunikasi yang jelas, serta kerja sama yang erat antara semua tenaga profesional yang terlibat dalam perawatan menjadi semakin penting.

Di GPR Klinikum pun, keselamatan pasien menjadi prioritas utama. Mulai dari proses penerimaan, diagnosis, terapi, hingga pemulangan, berbagai langkah saling terkait untuk mencegah risiko dan memastikan perawatan terbaik.

Hari Keselamatan Pasien Sedunia menjadi momentum untuk memusatkan perhatian pada tugas penting ini dan semakin memperkuat kesadaran akan keselamatan pasien di kalangan karyawan, pasien, serta keluarga mereka.

Sebagai tanda nyata partisipasi ini, gedung GPR Klinikum akan menyala dengan warna oranye—warna resmi keselamatan pasien—mulai Rabu malam hingga Jumat pagi. Sejak 2019, GPR Klinikum telah menjadi anggota penuh di Aktionsbündnis Patientensicherheit e.V. dan sejak saat itu secara intensif berkomitmen untuk menanamkan kesadaran akan tema keselamatan pasien di kalangan masyarakat.

Inti dari kegiatan tahun ini adalah berbagai penawaran informasi dan konsultasi untuk berbagai kelompok sasaran. Di area lounge di seberang Café Stolz, tim Manajemen Risiko Klinis, tim Kebersihan, serta layanan konseling diabetes akan memberikan informasi di stan kegiatan pada pukul 10.00 hingga 11.00 dan pukul 15.00 hingga 16.00. Tim Manajemen Risiko menyediakan brosur, selebaran, dan materi promosi untuk menjelaskan instrumen keselamatan utama seperti Aturan 5-R (pasien yang tepat, obat yang tepat, dosis yang tepat, rute pemberian yang tepat, dan waktu yang tepat) serta daftar periksa ruang operasi. Fokus khusus diberikan pada “Pemberdayaan Pasien” sesuai dengan Rencana Aksi WHO, yang bertujuan untuk melibatkan pasien secara aktif sebagai mitra yang berdaya dalam proses perawatan mereka. Hal ini mencakup, antara lain, cara yang benar dalam mengukur kadar gula darah, aspek-aspek penting saat menyuntikkan insulin, serta penanganan yang tepat terhadap hipoglikemia.

Hari aksi ini juga dirayakan di bangsal-bangsal: Staf perawat membagikan brosur informasi langsung bersama nampan makanan kepada para pasien. Manajemen gizi menunjukkan bagaimana pola makan yang terarah, misalnya melalui asupan protein pada kasus malnutrisi, berkontribusi terhadap keselamatan pasien dengan penyakit kronis. Topik khusus tentang kebersihan disampaikan di stan di area lobi melalui poster-poster mengenai kebersihan pasien dan staf. Selain itu, Divisi Farmasi & Onkologi bersama dengan Apotek Aesculap memberikan informasi mengenai layanan konsultasi lintas sektor “Plus+” di poliklinik onkologi, dengan fokus pada keamanan terapi obat dan pemberian obat saat pasien dipulangkan.

“Keselamatan pasien kami menjadi prioritas utama di GPR Klinikum, dan tentu saja hal ini berlaku 365 hari dalam setahun. Hari Keselamatan Pasien Sedunia memberi kami kesempatan berharga untuk meningkatkan kesadaran kami terhadap isu penting ini dan menunjukkan betapa pentingnya budaya keselamatan yang diterapkan serta keterlibatan aktif pasien untuk keberhasilan pengobatan yang berkelanjutan,” tegas Direktur Utama GPR, Achim Neyer.

Dengan berpartisipasi dalam Hari Keselamatan Pasien Sedunia, GPR Klinikum menegaskan komitmen berkelanjutannya untuk menerapkan standar keselamatan tertinggi dan secara aktif melibatkan pasien dalam proses perawatan.

Tentang Hari Keselamatan Pasien Sedunia:
Hari aksi yang diprakarsai oleh Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) ini diselenggarakan setiap tahun pada tanggal 17 September. Tujuannya adalah untuk meningkatkan kesadaran global akan keselamatan pasien dan mengajak semua pihak yang terlibat – mulai dari pasien, keluarga, hingga tenaga kesehatan – untuk terlibat dalam dialog terbuka mengenai keselamatan di bidang kesehatan.